Kajian Tuan Guru Bajang
Lokasi Pengajian : Arjangka Pringgarata Loteng.

Tiga pokok yang diajarkan Allah SWT sebagai prinsip dalam menjalani kehidupan: pertama agar selamat di dunia dan akhirat adalah takwa. Takwa adalah modal pokok di dunia. Kalau kita mau berjualan, maka haruslah kita menyiapkan modal. Hidup di dunia diibaratkan sedang berjualan atau berdagang, sementara modal pokok dari perdagangan itu adalah takwa.

Itu sebabnya dalam Al-Qur’an, terdapat banyak sekali ayat-ayat tentang ketakwaan. Sifat-sifat orang bertakwa. Yang menyebabkan seseorang di antara orang-orang yang bertakwa kedua, persatuan di dalam agama. Ketiga hendaknya ada sekelompok di atara kamu menjadi umat yang senantiasa mengajak kepada kebaikan.

Allah SWT memerintahkan untuk bertakwa, lalu mengajak untuk menjaga kekompakan dan persatuan, menjalankan risalah dakwah masing-masing sesuai kemampuan dan keahlian. Pada kesempatan ini, kita teguhkan persatuan, semoga ketakwaan kita bertambah. Mudah-mudahan kita semakin mencintai saudara-saudara kita dan semakin kokoh pula persatuan dan kesatuan kita.

Hari ini di tempat ini, yang hadir dari beragam organisasi. Ada warga NW dan lebih banyak lagi warga Rabitah. Semua kita adalah umat Islam. kita semua dipersatukan. Para ulama menjelaskan bahwa di dalam hidup ini ada perbedaan yang boleh dan ada perbedaan yang tidak boleh. 

1. Perbedaan yang termasuk boleh adalah perbedaan organisasi dan perbedaan mazhab. Ada yang menganut Mazhab Syafi’i seperti kita di Indonesia kebanyakan. Ada di Arab dan Irak sebagian besar menganut Mazhab Hanafi, di Arab Saudi menganut Mazhab Hambali. Sementara di daerah-daerah Afrika, Maroko, Tunisia menganut Mazhab Maliki. Itu dibolehkan karena termasuk dalam perbedaan mazhab. Perbedaan berijtihad.

2. Perbedaan yang tidak dibolehkan adalah perbedaan yang membawa perselisihan. Perbedaan di dalam rukun iman dan perbedaan dalam pokok agama.

Karenanya, perbedaan kita jadikan sebagai sumber kekuatan. Ibaratnya saling menambah, saling membantu, saling menyokong, serta saling mendukung di dalam kebaikan.

Dalam kesempatan ini kita memperingati hari kelahiran manusia yang paling dicintai Allah SWT, yaitu baginda Nabi Muhammad SAW. Semua kita umat Islam mencintai Nabi Muhammad SAW. Para hadirin cinta kepada Nabi? Lho ucapannya kok kurang keras. Yang tegas kalau mengatakan cinta kepada Nabi, agar suara kita didengar oleh malaikat. Supaya suara kita didengar oleh pohon-pohon yang ada sebab semua akan bersaksi. Bersaksi atas apa yang kita ucapkan.

Apabila kita mengucapkan yang baik, akan bagus pula persaksiannya. Tapi kalau yang keluar dari mulut kita adalah ucapan-ucapan yang buruk, seperti umpatan dan kata-kata dusta, maka buruk pula persaksiannya.

 Kita semua cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Kita semua ingin termasuk dalam pengikut Nabi Muhammad SAW yang memperoleh syafa’at. Semua kita juga ingin menjadi pengikut Baginda Nabi Muhammad yang ngiring masuk surga bi-ghairi hisab.

Namun segala sesuatu memiliki syarat. Cita-cita apapun memiliki syarat untuk mencapainya, apalagi cita-cita yang besar seperti masuk surga atau memperoleh kebahagian. Dan kita bisa mengetahui syarat menjadi orang yang masuk surga bisa dilihat di dalam kitab suci Alqur’an.

Dalam Al-Qur’an Allah memberikan banyak istilah kepada orang yang baik kelak di akhirat. Kadang Allah mengistilahkan dengan sebutan almuttaqun (orang yang bertakwa), kadang almuflihun (orang yang beruntung), kadang almuhsinun (orang selalu berbuat baik), al-mukminum (orang yang beriman).

Semua istilah tersebut mengarah kepada kebaikan di akhirat. Maka mari kita merenungkan sifat-sifat orang yang beriman, sifat-sifat orang yang sukses, dan berhasil. Allah berfirman dalam Surat al-A’raf 157:

فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Maka orang-orang yang beriman kepadanya (Rasulullah SAW), memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung”. (Qs. Al-Araf/7.157)

Dalam ayat ini ada empat sifat orang termasuk beruntung atau sukses hakiki. Sebab sukses ada sukses yang tidak hakiki, itulah sukses menurut ukuran dunia. Sukses di dunia itu ukurannya berbeda di berbagai tempat. Di sebuah tempat mereka yang memiliki banyak sapi dianggap sukses, di tempat lain menjadi pejabat, menjadi camat bupati, atau walikota dianggap sukses.

Ada pula sukses diukur dari keilmuannya. Mereka yang memiliki gelar pendidikan tinggi adalah orang dianggap paling sukses. Inilah sukses menurut ukuran manusia. Sedangkan menurut ukuran Allah itu sukses (sukses hakiki) adalah:

Pertama, orang yang kuat imannya kepada Nabi Muhamamd SAW. Karena tidak ada artinya kalau kita hanya beriman kepada Allah, tapi tidak mengimani Nabi Muhammad SAW. Ibaratnya ucapan syahadat kita terdiri dari dua rangkaian kata, yaitu Asyhadu alla ilaha illallah dan yang ke dua Asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah. Inilah dua rangkaian yang tidak boleh terpisah. Rangkaian ini telah digandeng oleh Allah SWT sejak zaman Nabi Adam As.

Nabi Adam As. pernah memandang ke Arsy pada saat diadili karena melanggar perintah Allah SWT.

وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-Baqarah/2: 35)

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لا يَبْلَى

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (Qs. Thaha/20: 120)

فَدَلاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ

Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. (Qs. Al-Araf/7: 22)

Akhirnya Nabi Adam meminta ampun kepada Allah dengan cara bertawassul kepada Baginda Nabi Muhammad SAW: “Ya Allah saya minta ampun dengan bertawassul kepada kemuliaan Nabi-Mu, yang bernama Muhammad. Aku mengetahui kelak akan lahir seorang nabi, yaitu Nabi Muhammad SAW dan itulah kekasih-Mu. Aku tahu ia adalah Nabi-Mu karena namanya disebut bersamaan dengan sebutan nama-Mu di atas Arsy.”

Maka bagi kita umat Islam, setelah diutusnya Baginda Nabi Muhammad SAW, tidak ada seorang pun yang boleh berkelit, berdalih atau beralasan. Sebab beriman kepada Allah tapi tidak beriman kepada Nabi Muhammad SAW, setelah baginda diutus menjadi Nabi, maka imannya itu tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Dalam kesempatan ini, perlu kita memperkuat keimanan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Keimanan kita kepada Nabi memiliki tingkatan dan yang paling dasar adalah iman atau percaya kepada Nabi sebagai utusan Allah SWT.

Selain itu ada iman yang lebih tinggi, yaitu melaksanakan segala petunjuk dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Bila kita mengaku bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT, namun kita malas melaksanakan pesan-pesan yang beliau sampaikan di dalam hadisnya, maka keimanan seperti itu perlu di perbaiki. Misalnya kata Nabi:

الْمُسْلِمُ أَخُوالْمُسْلِمِ ، لَا يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يُسْلِمُهُ . وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ . كَانَ اللهُ فِى حَاجَتِهِ . وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً ، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ. وَمَنْ سَتَرَمُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Abdullah bin Umar r.a. berkata : Rasulullah saw. Bersabda : Seorang muslim saudara terhadap sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan menutupinya di hari qiyamat. (H.R. Bukhari, Muslim)

Lalu tiba-tiba perbuatan kita tidak sesuai dengan hadis ini, berarti iman kita masih perlu diperbaiki agar sesuai dengan petuah-petuah dari Baginda Nabi Muhammad SAW.

Kedua, orang selalu mengagungkan dan mentakzim Baginda Rasulullah SAW. Azzoma artinya mengagungkan. Cara kita mengagungkan mulai dari penyebutan namanya. Kita sebut sebelumnya misalnya kata, “Nabi” atau “Nabi Besar”, jangan biasakan langsung menyebut namanya Muhammad, seperti menyebut nama teman. Itu berarti kita tidak menghormatinya. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

لا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا

Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). (Qs. An-Nur/24: 63)

Wahai sahabat-sahabat, jangan sekali-kali memanggil Nabi SAW sama dengan engkau memanggil teman-temanmu”. Contohnya Ya Rasulullah, Ya Habibullah, atau Ya Abal Qasim.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain. (Qs. Al-Hujurat/49:2)

Itu salah satu cara Allah SWT mengajar sahabat Nabi untuk menjaga adab terhadap Rasulullah SAW. Sekarang sudah cukup lama Rasulullah meninggal. Sekarang 1424 dikurangi 20 berarti 1414 tahun yang lalu. Namun kita harus tetap menghormati beliau. Dengan cara banyak membaca shalawat dan salam kepada beliau. Mari kita baca, mencari barakah dari beliau. Semoga bulan Rabiul Awwal ini membawa keberkahan bagi kita semua, Allahummashalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali-Sayyidina Muhammad.”

Shalawat itu banyak sekali namanya. Para ulama yang hebat telah mengarang shalawat. Kenapa mereka mengarang shalawat? karena disebutkan bahwa barang siapa yang mencintai Nabi Muhammad SAW, maka mereka akan dicintai Allah dan dipertemukan nanti dengan Nabi SAW di akhirat.

Sabda Nabi SAW, “Manusia yang paling dekat denganku kelak di Hari Kiamat, yaitu orang yang paling banyak membaca shalawat.” Kita umat Islam sangat pantas untuk banyak-banyak membaca shalawat. Karena shalawat merupakan salah satu cara untuk mengagungkan beliau. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah yang artinya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Qs. Al-Ahzab/33:56)

Jika kita perbanyak membaca shalawat, mudah-mudahan kita ini termasuk orang yang mengagungkan Nabi Besar Muhammad SAW. Kalau kita mengagungkan Rasulullah SAW, semoga kita termasuk dalam ayat di atas. Karena mereka yang mengagungkan Nabi adalah orang-orang yang akan sukses di akhirat nanti. Itulah sifat yang kedua.

Ketiga, orang yang sukses di akhirat kelak adalah mereka yang membatu mensukseskan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Di zaman dahulu saat Nabi Besar Muhammad SAW masih hidup di dunia. Saya katakan hidup di dunia, sebab sekarang pun Baginda Nabi Muhammad SAW masih hidup, tapi di akhirat.

Yang namanya ruh, terutama ruh orang mukmin itu bebas pergi kemana-mana. Jangan heran misalnya ruh orang tua kita pulang ke rumah. Makanya kita sebagai anak cucu, harus berperilaku baik di dunia agar para leluhur kita merasa senang.

Orang tua kita senang di Alam Barzah merasa senang manakala kita kirim bacaan Surat Al-Fatihah, Surat Yasin, Shalawat. Begitu pula saat kita mengirimkan pahala amal jariah serta sedekah, mereka yang telah mendahului merasa bahagia di alam barzakh.

Sewaktu Rasulullah SAW masih hayat di dunia dulu, bagaimanakah cara para sahabat membela, menolong, membantu Rasulullah SAW? Mereka lakukan itu semua dengan menjaga raga Rasulullah. Selain itu mereka menjaga perjuangan beliau. Kemana pun Rasulullah SAW, pergi, para sahabat ikut mengiringi beliau. Para sahabat tak mau jauh dari Baginda Nabi, mereka selalu bersama.

Itulah sebabnya disebutkan, pernah ada seorang musyrik atau orang kafir yang memiliki saudara masuk Islam. Saudaranya tersebut, setelah masuk Islam, ikut berhijrah ke Madinah. Meskipun yang satu kafir sedangkan yang satunya Muslim, namun mereka kerap saling merindukan lalu saling melepas rasa kangen.

Akhirnya suatu saat saudaranya ini pergi dari Makkah menuju Madinah untuk bejango atau mengunjungi saudaranya. Dulu saudaranya yang masuk Islam bersama Muslimin lainnya diwajibkan untuk berhijrah oleh Allah, berpindah dari Makkah ke Madinah. Itu karena di Makkah mereka tidak merdeka dalam beribadah. Banyak yang disiksa bahkan dibunuh oleh kafir Quraisy. Orang Quraisy tersebut berkunjung kepada keluarga Muslimnya beberapa hari untuk melepas kerinduan.

Setelah puas, ia pun kembali ke kota Makkah. Sesampai di Makkah, ia langsung bergegas menuju Ka’bah. Di sana ia menyampaikan pengalamannya kepada orang-orang Quraisy, “Hai orang-orang Quraisy, jangan lagi kalian bermimpi untuk membunuh Muhammad. Karena setiap saat ia selalu dijaga oleh para sahabatnya.

Kemana pun ia pergi tak luput dari perhatian mereka.” Sampai saat Muhammad wudhu pun para sahabatnya berebut menadahkan tangan agar tetesan air wudhunya tidak jatuh ke tanah. Hampir-hampir mereka berkelahi berebut air wudhunya. Begitulah gambaran kecintaan para sahabat Nabi. Begitulah cara mereka tabarrukan atau mencari berkah.

Sekarang, walau kita tak pernah berjumpa langsung dengan Nabi Muhammad SAW, semoga kita menjadi orang yang mampu menjaga ajaran-ajaran beliau. Dahulu para sahabat berjihad di samping Nabi, sekarang kita berjihad tanpa ada beliau, tapi insya Allah doa Nabi selalu bersama kita.

Berjihad itu bukan hanya mengangkat senjata. Kata ulama, berjihad itu banyak macamnya. Jihad yang pertama mengangkat senjata, dan semoga kita tidak mengalaminya. Walaupun kita hidup di daerah yang majemuk, tapi mari kita saling membahu membangun daerah. Kita saling hormat-menghormati antara satu dengan lainnya.

Kita umat Islam, jangan sampai agama kita direndahkan, tentu kita semua tidak mau. Kita pun demikian, jangan sampai agama lain kita rendahkan. Kita serahkan persoalan hidayah itu kepada Allah. Tidak mungkin kita memaksa semua orang untuk beriman. Nabi Muhammad sendiri tidak diberikan hak untuk memasukkan iman ke dalam hati seseorang. Nabi tidak bisa memberi petunjuk karena petunjuk itu hanya bersumber dari Allah.

Kedua, jihad melalui medan pendidikan. Kita meletakkan sebongkah batu di pembangunan madrasah, maka itu termasuk dalam jihad melalui pendidikan. Berjihad melalui penyebaran ilmu pengetahuan, berjihad melalui medan pendidikan. Itu semua masuk dalam kelompok jihad di sisi Allah SWT.

Semua itu adalah ladang akhirat. Itu semua tempat anak-anak kita menuntut ilmu. Bangun madrasah ini dengan bersama-sama dengan kekompakan karena berjama’ah itu adalah nikmat dan perpecahan itu adalah azab, begitu kata Nabi.

Contohnya, kalau kita makan berjama’ah, nasi bisa habis dua piring, meskipun yang kita makan tidak terlalu mengundang selera. Tapi kalau kita makan sendiri, meskipun yang kita makan adalah makanan yang enak, tapi tidak bisa kita habiskan sepiring nasi. Itulah nikmatnya berjama’ah. Terpecah-pecah itu adalah azab, maknanya kalau kita memelihara perselisihan, tidak akur ingin selalu bertengkar, maka itu adalah azab.

Sebuah hadis berbunyi, “Bekerjalah untuk agamamu sebelum kelompokmu”. Masjid itu contoh agama, madrasah, pengajian, itu semua contoh agama. Yang baik terima saja siapa pun yang menyampaikan. Lihatlah pada isi pengajian jangan lihat siapa yang menyampaikan. Kita harus memilah mana yang bisa kita amalkan dan mana yang tidak.

Kalau yang disampaikan itu adalah ajakan ke arah maksiat, maka kita harus menolak siapa pun yang menyampaikan, walaupun itu berasal dari kelompok kita. Kalau ada tuan guru yang mengajak kita makan riba, memecah belah, atau mengajak kepada hal-hal yang tidak baik maka jangan kita ikuti. Tapi kalau ada orang biasa, yang menasehati kita dengan kebajikan maka itu harus kita ikuti.

Ketiga, jihad dengan harta benda. Membantu orang lain, berbagi dengan orang miskin. Membelanjakan harta di jalan Allah adalah jihad. Ada banyak sekali jalan yang bisa kita pilih untuk berjihad. Tinggal adakah terbersit keinginan itu dalam hati kita. Adakah hati dan jiwa kita tergerak untuk berjihad?

Kita membersihkan jalan agar orang yang berjalan bisa lebih nyaman itu saja mendapatkan dapat pahala. Itu adalah sebagian kecil dari kebaikan yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW.

Keempat, sifat orang yang sukses dan berjaya di akhirat nanti adalah yang mengikuti cahaya yang diturunkan bersama Nabi, itulah Alqur’an yang mulia. Artinya mari kita menghidupkan Al-Qur’an, caranya adalah dengan mengakrabi Al-Qur’an. Semoga anak-anak kita mencintai Al-Qur’an, karena berbahagialah orang tua yang anak-anaknya pandai dan gemar membaca Al-Qur’an. Setiap anak itu membaca satu huruf, maka dia mendapat sepuluh pahala dan sepuluh pahalanya lagi dikirim kepada orang tuannya.

Itu karena dahulunya orang tua menyuruhnya belajar mengaji Al-Qur’an apalagi dia menuntunnya mengaji. Siapa-siapa menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka dia akan mendapat pahala sama dengan orang yang mengerjakanya. Misalnya kita mengajak orang ke masjid, kemudian orang tersebut mau dan ikut shalat berjama’ah di masjid, maka kita akan mendapatkan pahala seperti pahalanya.

Bayangkan jika yang dibaca oleh anak adalah satu juz, maka dia akan mendapat ribuan pahala dan ribuan pahala juga dikirim kepada orang tuanya. Mari kita ajak anak-anak kita mengajak, memerintahkan anak cucu untuk rajin membaca Al-Qur’an. Jangan biarkan mereka iseng berkeliaran.

A-lQur’an adalah kitab yang tiada duanya, semua nabi berharap agar Al-Qur’an diturunkan kepadanya. Dan ternyata Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad. Maka beruntunglah kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Cara bersyukur adalah dengan membuka dan membaca Al-Qur’an. Kalau tidak bisa membaca, maka bacalah surah-surah yang dihafal. Kita semua menghafal Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas, dan ayat pendek lain, maka bacalah walaupun tidak mengenal huruf.

 

[jetpack-related-posts]

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pin It on Pinterest

Shares
Share This