Hasil survei Kedai KOPI dan Median terbaru, sudah sesuai prediksi. Pilpres 2019 masih banyak diisi muka-muka lama. Nama politisi mapan dengan dukungan dana melimpah serta dukungan pemberitaan istimewa terus menguntit Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Ada nama Agus Harimurty Yudhoyono (AHY), Muhaimin Iskandar, Wiranto, Anies Baswedan, Zulkifli Hasan, atau Hery Tanoe. Termasuk mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Satu nama yang masuk top five dan wakil luar Jawa adalah TGB M Zainul Majdi. Gubernur NTB dua periode. Agak membingungkan dan perlu dicari tahu, siapa sosok TGB. Paling utama tentu sponsornya. Membesarkan daerah yang jauh dari ibukota, dengan penduduk lima juta, TGB semestinya belum bisa menyodok lingkaran elit survei.

Bicara Indonesia saat ini adalah yang dekat dengan Jakarta. Bila kemudian nama TGB masuk lima besar, apakah ada yang sedang membangun mimpi di siang bolong? Tak gampang masuk arus politik ibu kota. Salah sedikit bisa dibabat. Tapi, TGB ini “sakti” dua bulan terakhir survei namanya tak kunjung meredup dan lenyap. Dan makin membingungkan muncul tagar #TGBpresiden2019. Entah di facebook, twitter, ataupun instagram, silih berganti aktivitas cucu pahlawan nasional TGH Muhammad Zainuddin Abdul Majid ini muncul. Tagar itu bersaing dengan #2019gantipresiden, #jokowi2periode, dan #2019presidenbaru.

Terungkap, sponsor utama TGB adalah umat. Dalam istilah Jawa getuk tular (disentuh menyebar), umat kecanduan tokoh politik yang juga pinter ngaji. Jago diplomasi tapi menyejukkan umat. Undangan-undangan pengajian untuk TGB ini mengalir deras. Dari satu kabupaten, kota, sampai provinsi. Konon ceritanya, satu Pulau Madura menerima pengajian dari TGB dalam dua hari.

Bayangkan ratusan ribu jamaah dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep bisa hampir bersamaan menerima dakwah. TGB mirip Addie MS atau Erwin Gutawa yang memandu musik, kompak dan senada. Belum di daerah lain seperti Aceh, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Kesamaan nada ini yang kemudian melahirkan militansi dukungan. Secara religiusitas, TGB mumpuni. Doktor ahli tafsir alumni Al-Azhar, Mesir. Hafal Quran pula. Kalau Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah menyatakan perlu mengadu baca Quran antara Jokowi dan Prabowo, jangan ikutkan TGB. Karena kedua calon presiden 2019 potensial itu bakal kalah oleh presiden umat yaitu TGB.

Dari segi kecakapan pemerintahan, TGB cukup mumpuni. Pengalaman menjadi anggota DPR RI dan menjadi gubernur dua periode. Penduduk di wilayahnya memimpin sih kecil, hanya saja getuk tular TGB ini yang harus diwaspadai. Karena sekali saja TGB datang, jamaah akan tersihir dengan kecakapannya di podium. Bila sudah begitu, suara-suara kagum akan bermunculan di media sosial. Dan #TGBpresiden2019 akan kian ramai.

Untuk Jokowi dan Prabowo bersiaplah menyaksikan gelombang dukungan umat untuk TGB. Dan untuk semua partai politik, bersiaplah beradu strategi merayu TGB. Sanggup meminang TGB bak menerima durian runtuh. Bukan hanya jumlah kursi di DPR akan bertambah, citra partai akan ikut terangkat. Untuk Partai Demokrat, ah. sudahlah. Pokoknya Mas AHY, capres atau cawapres kan?

Oleh Daniel S Simanjuntak

Sumber, https://kumparan.com/loper-event-management/tgbpresiden2019-makin-mengerikan-1523948490412

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This