Gesturenya tidak berubah. Argumennya terukur, disampaikan dengan tenang dan meyakinkan. Ekspresinya penuh pertimbangan. Itu yang bisa kita lihat dari cuplikan video saat Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. HM Zainul Majdi, memberikan pandangannya terkait sosok kepemimpinan bangsa yang dibutuhkan, terutama menyambut pemilihan Presiden 2019, di SCTV Tower Senayan, Jakarta, Selasa (3/7).

TGB berpandangan, mengapa periodisasi -kepemimpinan di Indonesia, dibuat 10 tahun? Karena sesungguhnya itu adalah suatu pesan, bahwa perubahan yang mendasar membutuhkan waktu yang cukup. Dan menurut TGB, rasanya sangat fair kalau kita memberikan kesempatan kepada pemimpin menuntaskan apa yang dilaksanakan dan dikerjakan.

Ucapan TGB itu kemudian tertulis dilaman Liputan6 menjadi seperti ini “suatu transformasi enggak cukup hanya lima tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan Beliau untuk kembali melanjutkan.” Beliau yang dimaksudkan dalam berita itu, tentu saja Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.

Mengutip detik.com yang dilansir kicknews.today, TGB menegaskan, tidak pernah dalam hidupnya memutuskan sesuatu yang di luar keyakinannya sebagai manusia. Keputusannya mendukung Jokowi dua periode sudah melalui pertimbangan akal sehat, salah satunya yang paling mendasar adalah percepatan pembangunan di NTB. Pernyataan itu disampaikan saat berkunjung ke redaksi Transmedia, Rabu (4/7).

Pernyataan TGB itu tentu saja mengundang reaksi pro kontra. Sebagian menyayangkan, sebagian memahami. Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, TGB mampu mengalihkan perhatian publik. Itu artinya, secara personal TGB sangat diperhitungkan dalam konstelasi politik nasional. Suara TGB dibutuhkan media terkait Pilpres 2019. Hingga media merasa perlu menanyakan pandangannya ikhwal kepemimpinan nasional.

Respon atas pertanyaan wartawan pun dengan cerdas dijawab. Jika kita membaca, betapa TGB mampu keluar dari isu-isu mainstream yang berkembang selama ini. TGB berhasil keluar dari pengamatan politik yang hitam putih atau percampuran dari kedua warna tersebut. TGB mampu menawarkan warna baru melalui argumentasi yang lebih rasional dan masuk akal.

Mengatakan bahwa pesan periodisasi selama 10 tahun sebagai isyarat minimal perubahan mendasar dalam kepemimpinan adalah sebuah jalan tengah dari kerasnya kutub politik yang terjadi hari-hari ini dalam mensikapi Pilpres 2019. Disamping itu, secara historis TGB -mungkin- juga menyadari bahwa pasca orde baru bangsa ini jatuh bangun akibat masa kepemimpinan yang dilakoni hanya sesaat.

Mulai dari Habibie, Gus Dur, dan Megawati. Kondisi lebih stabil saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden RI dua periode berturut-turut. Apalagi TGB adalah Gubernur NTB dua periode. Sehingga sangat masuk akal argumentasi itu.

Disisi lain, melalui pernyataan itu, TGB berhasil keluar dari konflik wacana yang ada. Seperti kita ketahui bersama, menjelang Pilpres 2019 ini isu agama dan sekulerisme kembali menguat ke permukaan. Dan tanpa disadari, berdampak pada terbelahnya kekuatan di masyarakat. TGB agaknya paham bahwa kekuatan bangsa ini terletak pada kemajemukannya. Sehingga sebisa mungkin tidak terjadi fragmentasi serius dalam masyarakat.

Saya jadi teringat saat TGB berkampanye untuk pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd., di Praya Lombok Tengah beberapa hari sebelum Pilkada 2018 digelar. TGB mengatakan, kontestasi -Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTB- ini kalau dalam ajaran kita sebagai ummat Islam, bukanlah tempat untuk menjelekan satu sama lain. Bukan kesempatan untuk mengumpat orang lain. Karena itu TGB mengingatkan semua barisan perjuangan #ZulRohmi tidak boleh ada satu kata pun yang menghina, mengumpat, apalagi mencerca pasangan yang lain.

Dalam konteks ini, TGB seperti sedang menerjemahkan Islam dalam konteks yang aktual, dalam bahasa yang baru, serta mencoba merumuskan norma-norma Islam ke dalam berbagai konsep baru. Wallahu’alam.

Penulis, M Zakiy Mubarok (Lembaga Riset Sosial, Politik dan Agama (LARISPA Nusantara)

Sumber, https://kicknews.today

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This