Ini Zaman Kecanduan TGB
Untuk pecinta dan semua yang mau menenggak candu kesalihan
TGB itu candu

Jangan pernah menjumpai TGB
Kenapa? karena engkau pasti kecanduan
Engkau akan mendengarkan apa yang ia katakan
Kemudian merumuskan kefasihan dan kesahihan
Engkau akan melihat ia bicara
Seterusnya merencanakan kemauan menjumpainya kembali
Engkau pasti terjerat kecerdasan yang santun
Terjebak kesantunan yang alim

Terperosok ke jurang pandangan kebangsaan yang religius
Lalu tercengang mengetahui betapa ayat suci diciptakan
Untuk sebesar-besar kemaslahatan Indonesia
Bahkan engkau akan tergila-gila karena baru tersadar
Bagaimana memaknakan Indonesia yang jernih
Menyentuh kedalaman batin yang menenangkan
Lagi menyenangkan
Jangan pernah menjumpai TGB
Jangan

Karena hati yang sempit terasa makin sesak sebab kekeliruan memahami Indonesia
Yang diasingkan dari agama yang diamanatkan Tuhan sebagai risalah berbangsa
Dan dengan menjumpai TGB
Candu memerosokkan kekeliruan menjadi cinta yang sehat
Lagi menyehatkan

Cinta yang baik lagi membaikkan
Cinta yang salih lagi mensalihkan
Dan engkau tahu kenapa datang kesadaran itu?
Engkau telah berjumpa candu TGB
Maka jangan menjumpainya
Jangan

Humanisme candu TGB
Pasti mengguncangmu
Pasti kecanduan itu perih jika engkau menolak penawarnya

TGB ITU CANDU
Jangan pernah mendengar TGB bicara
Kenapa? engkau tak ada ruang untuk mengoreksi
Kita pun ada, hanya sedikit saja, selepas itu engkau menghapusnya lagi kemudian membiarkan dirimu mendengar tanpa Menyadari tanganmu terlena
Hanya menuliskan kebaikan hanya menukilkan kesalihan
Dan engkau tak sadari lidah berdesis
“aku kecanduan”
Sembari menengadah memuji Tuhan

TGB ITU CANDU
Jangan pernah merencanakan berjumpa TGB
Sekali berencana, engkau akan menginginkannya terus-menerus
Membuatmu berusaha setinggi yang mungkin didapat
Mendorongmu mencari jejak seluas peluang diperoleh
Rencanamu menjumpainya ialah rumusan yang bila engkau tenggak, jadilah engkau
Seperti anak tiri merindukan ibu kandung
Laksana suami kehilangan kekasihnya
Seumpama bulan kehilangan malam
Bak bintang merabun kelam
Seperti Indonesia terobeki benderanya
Rindu
Mau

TGB ITU CANDU
Menenggak kalimatnya semakin banyak
Makin engkau rasakan dahaga
Menenggak mimpi bersamanya
Sungguh berlapis keberanianmu untuk mewujudkan
Engkau akan mengajak orang lain untuk kecanduan
Mengikutinya
Kemudian engkau akan teriakkan
TGB tak ada habisnya
Tiada usainya
Tak pasti akhir candunya

TGB ITU CANDU
Karena ia candu
Jangan engkau berpikir untuk menghapusnya tersebab nikmat candu TGB tak lekang
Menghalanginya bermakna semakin membukakan jalan lapang
Memberinya jalan karena memang, semua jalan mencanduinya
Jadi, engkau tak ada pilihan selain kecanduan TGB
Jalan engkau tutup, di situ sudah ada candu TGB
Jalan engkau buka, kecanduan makin merana merata-rata
Sudah aku katakan, engaku tak ada pilihan
Ini zaman kecanduan TGB
Jadi, sudahlah
Jangan menghapusnya, bila engkau lakukan
Engkau akan sakit
Sebab kecanduan hanya satu obatnya: candu TGB

TGB ITU CANDU
Maaf sajalah, api itu arang bagi candu TGB
Semakin dikukus, merahnya candu semakin nikmat dirasa
Selepas itu, mimpimu memeluk Indonesia
Memberikannya kunci untuk menghidupkan kembali doa Ronggowarsito
Membuatkannya sajadah untuk merasakan kembali kealiman Wali Songo
Menjadikan pemimpinmu yang Satriya Pinandhita Sinisihan Wahyu
Maaf sajalah, ia memang candu
Meneguknya lebih dirasa kurang
Menelannya kurang makin memberimu kecanduan

TGB ITU CANDU
Jadi menyingkir saja jika melarang candu
Karena ini zaman kecanduan TGB

TGB ITU CANDU
Maaf sajalah, berjamaah mencandui kesalihan
Memang sudah jalan mewujudkan Indonesia
Sebenarnya bangsa
Yang lain, menyesal menilang barisan
Kecanduan di akhir bukan pejuang
Hanya sebatas makmum candu
Tapi tak apalah
Toh juga sama, jamaah candu TGB
sinisihan wahyu

Penulis, Doktor Salman Faris (Dosen di Universiti Sultan Idris, Malaysia)

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest

Shares
Share This