Event Details

  • Date:
  • Venue: Trans 7
  • Categories:

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) diundang dalam wawancara live pada acara Mata Najwa bertajuk “Indonesia Rumah Kita” yang disiarkan stasiun TV Trans7, Rabu malam (10/01/2018). Bersama Wapres RI, H.M. Jusuf Kalla, Kapolri, Tito Karnavian, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti dan Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri serta 5 orang Gubernur terbaik se-Indonesia, yakni: Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo termasuk Gubenur NTB, Tuan Guru Bajang, dikatagorikan sebagai tokoh nasional dan pemimpin bangsa yang memiliki prestasi besar.

Gubernur TGB sendiri merupakan salah satu Gubernur terbaik se-Indonesia yang meraih penghargaan leadership award 2017 berdasarkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri. Selain telah memimpim daerah selama dua periode secara berturut-turut, juga dalam kepemimpinannya berhasil membawa perubahan dan kemajuan pesat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. NTB merupakan daerah paling progresif secara nasional dalam menurunkan angka kemiskinan. Juga TGB merupakan pemimpin muda yang inovatif dan berhasil meraih prestasi di berbagai bidang dan sektor pembangunan daerah, bahkan memperoleh ratusan penghargaan, baik nasional maupun internasional.

Dalam acara yang disiarkan langsung dari studio media TV Trans7 Jakarta tersebut, Gubernur TGB hadir bersama istri Hj. Erica Zainul Majdi. Para Gubernur berprestasi tersebut, tampil live disesi kedua setelah Panglima TNI dan Kapolri. Mbak Nana, sapaan akrab Najwa Shihab, memulai wawancaranya dengan pertanyaan yang cukup memancing, yakni menguji sang Gubernur dengan pertanyaan, apa hal yang paling tidak enak menjadi seorang Gubernur. Menjawab pertanyaan presenter handal tersebut, TGB menegaskan bahwa barangkali bukan tidak enak melainkan sesuatu yang sulit dan perlu pemahaman. TGB menceritakan pengalamannya ketika ada pembukaan lowongan untuk menjadi anggota TNI atau Polri, saat itu para orang atau masyarakat yang ingin anaknya lulus menjadi anggota TNI dan Polri, berbondong-bondong mendatanginya di kantor maupun di kediaman mulai dari pagi hingga malam hari. Bahkan sampai ada yang menunggu berjam-jam untuk dapat bertemu gubernur, hanya untuk mendapatkan rekomendasi agar putra-putrinya bisa lulus, terang TGB.

Kondisi itu menurut TGB mencerminkan masih ada anggapan masyarakat, bahwa menjadi Gubernur dianggap mampu menyelesaikan seluruh persoalan, dipandang bisa menyelesaikan apa saja. Padahal ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. ”Inilah barangkali yang sangat sulit/dilematis bahkan tidak enak,” ujarnya. Jawaban yang hampir mirip disampaikan Gubernur Jatim, Pak De Karwo. Ia menegaskan bahkan untuk mencari hari baik pernikahan saja, ada masyarakat Jatim yang meminta kepada dirinya selaku gubernur.

Hal lain yang ditanyakan Najwa Shihab saat itu adalah perbedaan gaya kepemimpinan antara Presiden SBY dan Presiden Joko Widodo. Terhadap hal ini, Najwa Shihab meminta jawaban jujur dari para Gubernur. Menjawab pertanyaan itu, TGB menjelaskan bahwa masing-masing pemimpin memiliki gaya kepemimpinan masing-masing dan semuanya baik serta saling melengkapi. Bagi Gubernur Ahli Tafsir tersebut, nilai-nilai baik kepempinan itu harus terus ditradisikan, seperti di negara-negara maju, tidak dikenal lagi istilah mantan presiden, melainkan tetap disebut sebagai presiden pada eranya. Demikian juga Presiden SBY dan presiden Joko Widodo memiliki gaya kemepimpinan yang berbeda. Meskipun berbeda kedua presiden tersebut menurut TGB saling melengkapi dalam hal kepemimpinan untuk Indonesia. Semua hal baik dari kepemimpinan tersebut, perlu kita teladani serta hargai dan hormati seluruh jasa dan hasil-hasil karyanya.

Biro Humas dan Protokol NTB

error: Content is protected !!

Pin It on Pinterest